
Seorang anak kelas lima SD yang terkenal sangat cerdas dan kritis, bernama Ahmad sering sekali mengajukan pertanyaan kepada bapak dan ibunya dengan pertanyaan yang aneh-aneh.
Jika bapak atau ibunya menjawab dengan asal-asalan maka ia akan selalu bertanya lagi sampai jawaban bapak atau ibunya memuaskan hatinya.
Suatu hari Ahmad bertanya kepada bapaknya, apakah Allah itu ada. Bapaknya menjawab dengan sebisanya bahwa Allah itu ada . Tetapi Ahmad tidak bisa menerima jawaban yang diberikan oleh
bapaknya. Akhirnya Ahmad menemui ustadz terkenal di kampungnya dengan maksud bertanya
apakah Allah itu ada, dengan pertanyaan sebagai berikut :
Ahmad : " Assalamualaikum , Pak Ustaz".
Ustadz :" Waalaikumssalam, , ada apa kamu datang kemari?"
Ahmad :"Saya mau bertanya Pak Ustadz."
Ustadz :" Apa yang akan kamu tanyakan ,nak?"
Ahmad : "Saya mau bertanya apakah Allah itu ada?"
Ustadz : "Ya jelas ada, masak Allah tidak ada."
Ahmad : "Bagaimana bentuk Allah itu Pak Ustadz?"
Ustadz : "Kalau itu pertanyaanmu , maka tidak cukup dijawab hari ini . Kamu datang lagi
besok hari Senin ke sini, karena sekarang hari sudah sore. Nanti orang tua kamu
mencari-cari kamu. Maukah hari Senin kamu ke sini?"
Ahmad : "Mau-mau Pak Ustadz.
Pada hari Senin, Ahmad benar-benar datang ke rumah pak ustadz, Di kepalanya berkecamuk fikiran tentang adanya Allah, harap-harap cemas dia menemui pak ustadz.
Ustadz : "Mengapa kamu ke sini ?
Ahmad : "Kata Pak Ustadz saya ke sini lagi hari Senin."
Ustadz : "Apakah kamu yakin hari ini hari Senin,?"bentuknya seperti apa, warnanya seperti apa
kalau hari Senin itu, koq kamu yakin sekali .hari ini hari Senin.
Ahmad : ...................................................
terdiam seribu bahasa, bibirnya tidak bisa berkata-kata,ia yang biasanya krtitis tertunduk..
Ahmad bingung menjawab pertanyaan Pak Ustadz, dalam hati ia berkata, mengapa aku
yakin betul kalau hari ini hari Senin.
Ustadz : "Mengapa kamu terdiam , nak?"
"Kamu tidak bisa menjawab pertanyaan Bapak."
Ahmad : "Maaf pak Ustadz, aku tidak jadi bertanya tentang Allah, aku sudah tau untuk
mengetahui adanya Allah harus di yakini dalam hati.
Ustadz : "Nah kamu tau kan, untuk mengetahui adanya Allah kita harus yakin terlebih
dahulu, Sama ketika kamu sakit, apakah kamu tau bentuknya sakit,apakah warnanya
tentu kamu tidak tau. tapi kamu dapat merasakannya."
Untuk membuktikan bahwa Allah itu ada dibutuhkan keyakinan dalam hati dan
keyakinan tersebut diterima dan dibenarkan dalam pikiran dan perasaan bahwa
Allah itu benar-benar ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar